Hello There!

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit,

Follow Us

news 9 Oktober 2026

"KUBIC" UPN Veteran Jawa Timur Divalidasi APSDI sebagai Perintis Platform Digital Interior Waste-Based Material Library di Indonesia

SURABAYA — Upaya menghadirkan inovasi berupa platform dokumentasi dan referensi material desain interior yang lebih berkelanjutan kini mendapat dukungan pengakuan dari asosiasi keilmuan nasional. Program Studi Desain Interior, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengembangkan KUBIC (Knowledge Unit for Interior Biomaterial Innovation & Collection), sebuah platform digital yang dirancang untuk mendokumentasikan dan menyediakan referensi material interior berbasis limbah (waste-based material).

Inovasi tersebut memperoleh validasi dari Asosiasi Program Studi Desain Interior Indonesia (APSDI) melalui Surat Keterangan/Validasi Inovasi Nomor 001/APSDI/9/2026 tertanggal 14 September 2026. Berdasarkan telaah terhadap inovasi dan dokumen pendukung yang diajukan, APSDI memvalidasi KUBIC sebagai perintis platform digital interior waste-based material library di Indonesia yang dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Desain Interior UPN “Veteran” Jawa Timur.

Mengubah Limbah Menjadi Pengetahuan Material

Dalam praktik desain interior, material bukan sekadar elemen pembentuk ruang. Karakteristik fisik, tampilan visual, proses pengolahan, hingga asal bahan turut menentukan kemungkinan penerapannya dalam sebuah rancangan. Namun, eksplorasi material alternatif masih memerlukan akses terhadap informasi dan dokumentasi yang memadai, terutama ketika bahan yang dikaji berasal dari limbah.

KUBIC hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui pendekatan perpustakaan material berbasis digital. Platform ini dikembangkan sebagai ruang dokumentasi dan referensi studi awal mengenai potensi material interior berbasis limbah. Material yang ditampilkan meliputi hasil olah limbah jenis konstruksi, tekstil, limbah makanan dan UMKN, serta limbah lain di sekitar lingkungan Kampus. Dengan demikian, pengetahuan tentang material tidak hanya berhenti pada eksperimen pembuatan sampel, tetapi juga dapat dihimpun dan diakses sebagai sumber pembelajaran serta pengembangan desain yang berdasarkan dari kepedulian desain pada sekitar.

Inisiatif ini relevan dengan tantangan desain berkelanjutan yang menuntut perancang mempertimbangkan penggunaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab. Material yang sebelumnya dipandang sebagai sisa proses konsumsi atau produksi berpotensi menjadi objek eksplorasi untuk menghasilkan alternatif bahan bagi kebutuhan desain interior.

Meski demikian, potensi tersebut tetap memerlukan kajian lebih lanjut mengenai karakteristik, ketahanan, keamanan, proses produksi, dan kesesuaian material terhadap kebutuhan aplikasinya. Dalam konteks ini, KUBIC berperan sebagai pijakan awal untuk memperluas pengetahuan dan mendorong eksplorasi material, bukan sebagai pengganti pengujian teknis terhadap kelayakan setiap bahan.

APSDI Menilai KUBIC Memiliki Kebaruan dalam Bidang Desain Interior

Validasi APSDI memberikan arti penting bagi pengembangan KUBIC karena inovasi ini tidak semata-mata dinilai sebagai produk digital, melainkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dalam disiplin desain interior.

Dalam surat validasi yang ditandatangani Ketua Umum APSDI, Resky Annisa Damayanti, S.Ds., M.Ds., asosiasi tersebut menyatakan bahwa KUBIC memiliki keterkaitan dengan pengembangan keilmuan dan pendidikan desain interior, khususnya dalam menggali, memperkenalkan, mendokumentasikan, serta menyediakan akses informasi mengenai alternatif material interior berbasis limbah.

APSDI juga mencatat bahwa rintisan dengan konteks yang sama belum pernah ditemui sebelumnya di Indonesia. Atas dasar telaah tersebut dan sesuai dengan kompetensi serta bidang keilmuan organisasi, APSDI memberikan validasi atas posisi KUBIC sebagai perintis platform digital interior waste-based material library di Indonesia.

Pernyataan tersebut menjadi landasan penting dalam menjelaskan kebaruan KUBIC. Kebaruannya terletak pada inisiatif pengembangan perpustakaan material interior berbasis limbah yang terdokumentasi secara digital dan secara khusus dikaitkan dengan kebutuhan keilmuan desain interior. Dengan demikian, inovasi ini mempertemukan eksplorasi material, dokumentasi pengetahuan, dan pemanfaatan teknologi digital dalam satu platform.

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa sebagai Penggerak Inovasi

Platform KUBIC yang dikembangkan oleh Program Studi Desain Interior UPN “Veteran” Jawa Timur melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa. Adapun melalui kolaborasi tim berikut, memperlihatkan peran pendidikan tinggi dalam membangun ekosistem inovasi yang menghubungkan proses pembelajaran, eksplorasi material, dan pengembangan media pengetahuan. Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari proses pengembangan inovasi yang berangkat dari persoalan nyata di bidang desain.


Tim Pengembang KUBIC:

  • Nabila Anindya Widiarini, S.Ds., M.Ds. (Inisiator)
  • Hardina Atsilia Qurbah, S.Ds., M.Ds. (Inisiator)
  • Vijar Galax Putra Jagat Paryoko, S.T., M.Ars. (Inisiator)
  • Chintya Sagita Goestien, S.Ds., M.Ds.
  • Galuh Marta Dhaniswara, S.DS., M.Ds.
  • Shely Vika Putri
  • Devin Eka Setiyoko
  • Anggi Dwi Lestari
  • Wening Rayamita Qurranique
  • Agnes Athalia Ayuningrum
  • Nela Nur Afifa

Melalui KUBIC, pengembangan pengetahuan material dapat diarahkan menjadi proses yang lebih sistematis. Dokumentasi digital membuka peluang agar hasil eksplorasi dapat ditinjau kembali, dibandingkan, dan dikembangkan untuk kebutuhan pembelajaran maupun penelitian berikutnya.

Membuka Peluang Kolaborasi Material Berkelanjutan

Keberadaan KUBIC berpotensi memberikan manfaat bagi lebih dari sekadar lingkungan akademik. Mahasiswa dan dosen dapat memanfaatkannya sebagai referensi awal untuk mengeksplorasi alternatif material, sedangkan peneliti dan praktisi desain dapat menggunakannya sebagai titik awal dalam mengidentifikasi peluang pengembangan bahan untuk aplikasi interior.

Dalam jangka panjang, platform semacam ini juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pihak-pihak yang memiliki sumber limbah potensial. Kolaborasi tersebut dapat memperluas eksplorasi material lokal sekaligus membuka kemungkinan peningkatan nilai guna bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

Validasi APSDI menjadi langkah penting bagi KUBIC dalam memperoleh pengakuan pada tingkat keilmuan nasional. Lebih jauh, inisiatif ini menunjukkan bahwa inovasi di bidang desain interior tidak harus selalu berwujud furnitur, elemen dekoratif, atau produk akhir. Pengembangan sistem dokumentasi dan akses pengetahuan juga dapat menjadi kontribusi inovatif yang mendukung proses perancangan.

Dengan menjadikan material berbasis limbah sebagai fokus eksplorasi dan platform digital sebagai medium dokumentasi, KUBIC berupaya memperluas cara pandang terhadap sumber daya material dalam desain interior. Limbah tidak serta-merta diposisikan sebagai bahan yang siap digunakan, melainkan sebagai potensi yang perlu diteliti, diolah, didokumentasikan, dan diuji sebelum diterapkan.

Saat ini KUBIC dapat diakses melalui laman resmi www.kubic.id. Melalui pengembangan platform ini, Program Studi Desain Interior UPN “Veteran” Jawa Timur berupaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan desain, inovasi material, teknologi digital, dan agenda keberlanjutan.

Pada akhirnya, nilai KUBIC tidak hanya terletak pada upayanya merintis perpustakaan material digital, tetapi juga pada peluang yang dibukanya untuk membangun pengetahuan bersama tentang material alternatif. Dari eksplorasi yang berangkat dari limbah, inovasi ini menawarkan ruang bagi lahirnya gagasan desain interior yang lebih sadar sumber daya, kolaboratif, dan berorientasi pada masa depan.

Penulis: Galuh Marta Dhaniswara, S.Ds., M.Ds.

"KUBIC" UPN Veteran Jawa Timur Divalidasi APSDI sebagai Perintis Platform Digital Interior Waste-Based Material Library di Indonesia